KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    28.9.04 | 23:25
    Komunikasi yang Ruwet
    Malam sudah larut. Kerjaan belum rampung. Tapi saya terganggu masalah yang tak jelas ujung pangkalnya. Dan itu justru nggak ada hubungannya dengan job, malah boleh dibilang sepele. Mungkin di saat saya kacau, pesan yang saya nyatakan juga akan salah, dengan derajat kesalahan melebihi salah ketik tak fatal dalam teks blog [sehingga sering dikoreksi seorang blogger -- thx], dan diserap oleh penerima yang pada mulanya normal saja tapi akhirnya terbawa oleh kekacauan saya. Kekurangan robot adalah dia tak punya emosi. Tak punya rasa riang. Tak punya rasa humor. Tak ada kuciwa. Tapi ketika sistem internalnya kacau maka robot pun jadi ngaco -- bisa mogok bisa pula ngamuk atau malah self destructive. :) Saya bukan robot. Sistem dalam diri saya tak diinstal dan diprogram dari luar.  Tapi hasil kekacauannya sama: error mulu. Kita dengan mudah bisa mengatakan "bukan itu yang saya maksudkan". Tapi jika nyatanya yang terbaca oleh orang lain adalah asbak haruskah kita bersikukuh bahwa itu adalah mobil? Dalam situasi penuh humor persoalannya lekas beres. Tapi dalam ketidaksambungan, persoalan tak beres dengan cengengesan. Ketika ada luka di pihak lain, meski tak terucapkan, haruskah kita cuma berharap semoga sakitnya akan terencerkan oleh kantuk? Repotnya, untuk menjelaskan kekacauan kita itu, kita sendiri pun gelagapan. Kata selalu salah tempat. Kalimat selalu salah tata. Jarang saya menghadapi soal sepele tapi membingungkan seperti ini, sementara pekerjaan terus membeban dan membeban. Di pojokan hati, di antara tumpukan kardus ego, ada bisikan lirih, "Sebetulnya keterusterangan bisa menjadi pintu pertama lorong panjang penyelesaian masalah." Saya ingin mendengarnya lagi lebih jelas, tapi saya masih gamang untuk menyingkirkan tumpukan kardus butut itu. Maaf untuk yang terluka.

    gosh
    September 29, 2004   10:23 AM PDT
     
    akibat si "p-jeli" itu ya?
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive