KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    23.11.04 | 16:38
    Mesin Jahit Bertaplak
    ini sih bukan taplak, enak aja!Saya dan beberapa teman sebaya punya kenangan sama tentang ibu kami. Ketika mesin jahit sedang idle, maka kap mesin ditutup. Kadang di atasnya dipasangi taplak, bahkan vas.

    Mungkin kami memang generasi sial tapi beruntung. Sial? Karena lahir lebih awal, tumbuh di kota kecil, saat industri garmen [istilah lawas: konveksi] belum tumbuh, dan pakaian jadi yang dijual di toko itu mahal. Beruntung? Karena kami punya ibu yang gemar menjahit.

    Kenangan kami juga sama dan dapat dibuktikan oleh foto-foto lama: baju kakak beradik yang sama, padahal bukan seragam sekolah! Lebih hemat bagi kaum ibu untuk membeli kain sekian meter, karena bisa dijadikan sekian potong baju dan celana sekaligus.

    bukan Run DMCSaya tak tahu berapa banyak wanita muda, termasuk ibu muda, masa kini yang masih bisa menjahit. Kalau pun tidak bisa, itu bukan sebuah kekurangan yang harus digetuni. Lihat saja rubrik jodoh: jarang yang mensyaratkan calon istri pintar menjahit. Dulu saya sering mengingatkan teman yang rewel ketika mencari calon bini. Kalau mau yang pinter masak, carilah koki restoran. Kalau mau yang pinter menjahit, carilah pemilik modiste [aha! istilah kuno ini tiba-tiba hinggap di benak saya]. Atau carilah karyawati garmen, tamatan kursus jahit Juliana Jaya pula. Ada sih teman yang mensyaratkan calon istri bisa melindungi suami. Saran saya: carilah bekas anggota Menwa, atau anggota Polwan, Kowad, Kowal, Wara dan sejenisnya. Jenis G.I. Jane gitulah. Atau Lara Croft sekalian.

    DMC ada sedia bermacam benangBuat apa menjahit kalau ready-to-wear dan apparel banyak tergelar dan sering terdiskon? Kalau mau lebih sesuai selera ya kudu tailor made, misalnya datang ke tetangga saya yang punya usaha bernama rangkap: Sinar Cahaya Tailor. Kalau ditanya soal nama usaha, Mas Cirebon penyambung sarung saya itu cuma cengengesan. Dalam kartu namanya tertulis jabatannya: pimpinan. Padahal dia kerja sendiri, tanpa asisten.


    Majalah wanita masa kini pun setahu saya jarang yang menyediakan pola potong ala Burda untuk menjahit sendiri. Saya nggak tahu apakah majalah kaum ibu masa lalu, seperti Libelle dan Margriet [dua majalah itu mengilhami keluarga Alisjahbana untuk bikin Femina], masih menyediakan "poster" pola potong itu.

    bikin ginian gampang nggak sih?Mesin jahit terlipat dan kadang bertaplak saat jeda jahit tiba. Itu kenangan kami. Ah, bukan kenangan kami. Masih kok! Ibu saya, bukan orang modiste, masih membuatkan baju untuk cucu-cucunya yang masih kecil. Ibu juga masih menjahit baju untuk dipakai sendiri. 

    Hal yang paling menyenangkan bagi Ibu kalau ke Jakarta adalah diantar ke Pasar Baru, bisa memborong kain obralan. Saya belum pernah mengajaknya ke Mayestik, karena khawatir dia akan memborong aneka kancing dan benang. Ehm benang, saya ingat waktu kecil harus bersepeda ke pecinan, disuruh Ibu membeli benang sulam yang versi gradasi itu. Mereknya DMC.

    bordir hasil digitized oleh komputerSaya tak tertarik jahit menjahit dan sejenisnya. Pernah sih saya berburu software bordir di internet, karena gatal gara-gara biaya pembuatan pola bordir gambar sampai Rp 200.000 -- masalahnya: hanya tukang bordir yang punya embroidery software-nya.

    Versi trial-nya oke. Foto pun bisa diubah jadi pola bordir. Tinggal sesuaikan dengan program bawaan mesin, misalnya Tajima dan Brother. Tapi ketika mencari crack untuk program di internet, bahkan sampai mengerahkan teman pemburu crack, hasilnya nihil. Rupanya para pembobol program komputer itu tak tertarik jahit menjahit. Kalau ada  hacker dan cracker yang tamatan Juliana Jaya, tolong beritahu saya ya. Jangan lapor ke sini.

    Name
    August 10, 2009   08:44 AM PDT
     
    koyok kontol kabeh
    lightsvn
    April 6, 2007   02:49 AM PDT
     
    Saat ini saya sedang membuat buku khusus untuk design bordir dengan komputer. Blogging saya blum saya aktifkan menyangkut pangembangan ini.Visi dan misinya selain untuk membangkitkan kreatifitas design untuk bisa merambah design bordir bagi umum...banyak lagi deh alasan yang idealis, ntar aja kalau buku udah beredar atau blogging aktif. Saya punya 3 software bordir yang selama ini saya gunakan untuk design. Tanpa harus menggunakan koneksi ke mesin bordir software ini...working good. Kalau mau beli boleh....saya jual sangat murah...PM aja! lightsvn@yahoo.com
    ferdy
    November 23, 2005   02:37 AM PST
     
    heheheh software itu dah banyak kok dipasaran......kalo gak percaya cari aja di mangga 2 mall
    anggota patwal
    November 24, 2004   09:57 AM PST
     
    kalo jadi pasangan saya, dijamin nggak bakal terlambat kemana-mana, nggak kena macet, tiba dengan selamat.... :P
    emil
    November 24, 2004   09:03 AM PST
     
    saya ingat dulu mesin jahit tak terpakai di rumah saya pakai untuk main mobil-mobilan. duduk dibagian pedal itu. enak, bisa goyang-goyang...
    nalad ipes
    November 24, 2004   08:50 AM PST
     
    pernah nyoba ayunan pakai penjejak pemutar mesin jahit gak sam?... hehehe...
    loper
    November 23, 2004   11:38 PM PST
     
    cracker banyak di jual di toko toko di pinggir jalan, kenapa harus bingung mencari mbah ?? minta sing merek apa ? biskuat ? crispy cracker ? kasih alamat nanti tak kirimin, gak perlu manggi hacker >.<
    GKK Fan
    November 23, 2004   10:19 PM PST
     
    tak bantu nyari crack mau? nama crack yang dicari apa sih?
    so pasti tak akan saya laporkan, lha wong nglaporkan itu beresiko juga :D
    itbo
    November 23, 2004   09:09 PM PST
     
    kok tau saya ngga' bisa jahit ? :D
    siberia
    November 23, 2004   05:19 PM PST
     
    mas sampeyan nggak mbahas kenapa mesin jahit, jadul itu punya merek "singer" atau "butterfly"?
    saya juga ngalami baju kembar terutama pas lebaran.
    cici
    November 23, 2004   04:52 PM PST
     
    sebagai lulusan sarjana desain tekstil,saya terharu sekali dengan tulisan anda kali ini pak..
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive