KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    2.2.05 | 12:28
    Ekonomi Bawah Tanah dalam Sebilah Pisau
    murah meriah, tapi kasar dan mudah tumpul


    Bukan mau bikin judul sok keren. Memang begitu kenyataannya. Pisau sepanjang 24 cm, bergagang plastik, lengkap dengan sarung plastik berventilasi, ini saya beli di atas bus kota beberapa hari lalu. Harganya Rp 3.000. Untuk pisau buah atau apalah di kantor.

    Betul. Tiga ribu rupiah. Saya tak tahu berapa margin si pengasong. Tapi, yah, inilah salah satu potret ekonomi bawah tanah [istilah ini saya pinjam dari Faisal Basri]. Barangnya masuk dari RRC, lantas melalui mata rantai tak berpapan nama kemudian sampailah ke pengasong. Tanpa terdata oleh badan pemerintah. Tak masuk dalam statistik. Tak dihitung dalam neraca perdagangan antarnegara. Oh ya, tanpa pajak.

    Nyatanya itulah yang sebetulnya ikut menyelamatkan sektor informal, dan sudah terbukti saat krismon dulu. Kelas ecek-ecek, untuk bisnis kelas rakyat, yang tak pernah meminta fasilitas pemerintah. Mereka muncul tanpa jadwal. Hari ini ada di atas bus kota jurusan Senen, besok entah di trayek mana [atau di atas KRL], dengan dagangan yang mungkin berganti, dari korek api gas sampai yo-yo yang menyala.

    Ada sih ekonomi bawah tanah yang volume rupiahnya lebih besar. Yaitu dari sektor haram: prostitusi, narkoba dan korupsi. Skandal Bank BNI, dengan kambing hitam Adrian Waworuntu itu, terendus di sebuah gerai mobil CBU: pembelian mobil mewah secara tunai. Uang tak berbau -- ah salah, berbau kok! -- dan dari mana pun sumbernya dia telah menggerakkan roda gigi dari mesin besar bernama ekonomi nasional, dengan tetesan dan cipratan di sana-sini. Yang tak berkesempatan main duit gede ya jualan pisau. Dua lusin terjual dalam setengah hari, pengasongnya bisa makan untuk hari ini. Bukan makan di dalam gorong-gorong, di bawah tanah.

    xxx
    February 27, 2007   02:04 PM PST
     
    ada hikmah,Qt kurang......
    tony
    December 16, 2005   04:57 PM PST
     
    gile tu pisau luamayan buat i'dul adha, bisa gua bagi2in seluruh penontong biar cepet selesai motong dagingnya...bisa ditanyain nggak siapa bandarnya tuh????
    nita
    February 4, 2005   08:59 AM PST
     
    lho..mbah? ada yg jualan pisau di dalem bus? ya ampuuun.. itu, kalo ada yg niat jahat bisa dijadiin senjata buat nodong orang2 laen... mestinya dilarang itu jualan benda2 tajam dlm alat transportasi publik.
    mpokb
    February 3, 2005   12:56 AM PST
     
    pisaunya sadis juga ya.. jagged edge gitu. pisau komando? :P
    RRC emang kagak ade matinye.. :)
    Lelakiliar
    February 2, 2005   04:13 PM PST
     
    Kadang ada juga yang makan di gorong-gorong
    cicit empugandring
    February 2, 2005   03:41 PM PST
     
    asah peso asah peso... pesonya di asah pak... bisa bikin tajem peso dalam lima menit... bisa bikin peso bergaya keris dalam waktu seminggu... asah peso asah peso
    puisihit atau sajakombal # 2
    February 2, 2005   02:56 PM PST
     
    ada sapi jantan dan sapi betina
    lagi begituan di padang rumput
    sapi muda menyaksikannya sambil
    berkata: ah, kalau cuma begitu
    caranya, saya juga bisa....

    ada kambing jantan dan kambing betina
    lagi begituan di kandang kambing
    kambing muda menonton sambil makan
    sambil bergumam: oh, begitu ya caranya? gampang ternyata...

    seorang anak muda yang tak pernah
    melihat bapak dan ibunya begituan
    penasaran dan asyik nonton adegan BF
    setelah itu ia pergi ke kamar mandi
    dan di sana dia langsung onani,

    dia berpikir: mungkin karena
    keseringan begini di surga dulu,
    maka Tuhan menciptakan Hawa
    buat Adam.....



    siberia
    February 2, 2005   01:51 PM PST
     
    mas kere, kalau ketemu penjualnya lagi, mbok saya dipesankan satu:)
    fahmi
    February 2, 2005   01:32 PM PST
     
    boss, peso-nya bisa dipake buat ngerampok di dalem bis tuh... nggak seru kalo cuman buat motong buah di kantor, nggak ada tantangan :p
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive