KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    21.2.05 | 09:11
    Trotoar Lebar untuk Pedestrian
      
      
      Untuk sementara sedikit agak mendekati lumayan. Untung nuansa [betul, sekali lagi: nuansa] dalam kalimat barusan tak dikenal dalam diplomasi. Kalimat pembuka itu saya terapkan untuk seruas sidewalk di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Beberapa gedung sudah mau membabat pagarnya. Trotoar menjadi lebih lebar. Cetak biru, berikut hasil rendering-nya, untuk menata kawasan itu pernah saya intip pada 1996. Yang bikin adalah timnya Budi Lim, arsitek yang juga terlibat dalam pemugaran Gedung Arsip Nasional dan penataan kawasan Kota Lama [Kali Besar]. Saya tak tahu kenapa penerapannya lama banget. Surjadi Sudirdja, ketika menjadi gubernur DKI, sudah setuju. Giliran Sutiyoso yang menjabat, eh lamban bener penerapannya.

    Trotoar lebar. Minimal delapan meter. Alangkah nyamannya. Pemilik gedung malah diuntungkan karena aksesnya gampang, sehingga kalau lantai dasar buat kafe, kedai buku/majalah, maka ruangnya lebih gampang dijual [asal murah], karena kantor biasa tak mau mepet dengan trotoar. Setidaknya begitulah asumsinya.:)

    Supaya pelintas tak mepet ke dinding untuk melongok ruang dalam, ya sediakanlah tanaman seperti yang terpasang sekarang. Bagaimana kalau ruang di lantai dasar jadi akuarium seperti di BPPT? Nggak soal. Jakarta terlalu sibuk, hanya sedikit orang yang memperhatikan, apalagi memotret apa yang berlangsung di balik dinding kaca pada lantai dasar. Kecuali ruang itu buat kafe, ada mini skirt, black stockings, stiletto high heels... Kepentingan pelaku eksibisionisme dan voyeurism pun bertemu. :D

    Bagaimana dengan keamanan? Perusuh atau apapun namanya [oh ya: plus gelandangan] adalah muara dari sejumlah proses dalam masyarakat. Itu bukan sepenuhnya tanggung jawab arsitek dan pemilik gedung. Dalam jangka pendek, ya tugas satpam dan tentara bayaran untuk menghalau mereka. Tentu ditambah sistem pengamanan -- dari alarm, CCTV sampai yang lebih kompleks -- yang dikelola dengan benar.

    Tapi sayang, trotoar di depan kompleks Bank Indonesia masih sempit, padahal BI masih punya lapangan yang luas, sehingga mundur sedikit mestinya bukan masalah.

    Juga sayang, trotoar lebar untuk pejalan kaki masih boleh dilalui mobil, seperti saya jumpai di depan gedung Departemen Agama. Pada suatu akhir pekan, sore sebelum jam bubaran kantor, saya mencoba menikmati peran sebagai pejalan kaki di pusat bisnis Ibu Kota. Untuk sementara sedikit agak mendekati lumayan. Klik gambar untuk memperbesar supaya dapat ukuran dan kualitas yang jauh dari lumayan.

    ono
    March 19, 2006   12:10 AM PST
     
    siapa dulu gebernurnya doeng.....
    ono
    March 18, 2006   11:53 PM PST
     
    pak de' masih bisa nginceng tho !!!
    Luigi
    February 21, 2005   05:15 PM PST
     
    Alahmdulilah, Jakarta sekarng (untuk daerah tertentu) udah bagus-an, meski masih aja macet, terasa bener bedanya saat saya beberapa hari yl mduik ke kampung ;-), punten pisan nggak semept khabar2i saat di JKT, sekrang udah balik lagi ke LIberia bersama para pantat panci itu :-), Khabar baik-kah?
    fahmi
    February 21, 2005   03:25 PM PST
     
    eh trotoar dilebarin? cihuy... berarti bisa nitip rombong rawon saya donk yah hehehe sama warung rokok adik sekalian. eh temen saya jualan arloji murah merih, boleh ikut nggelar dagangan disono? boleh ya ya yah :D
    reney
    February 21, 2005   12:10 PM PST
     
    senangnya kalau seluruh penjuru jakarta punya pedestrian kyk gitu. huhu. serasa di luar negri. sayang saya jarang jalan2 di thamrin.... .
    wahyuyiii
    February 21, 2005   11:22 AM PST
     
    Sutiyoso miskin estetik ...gak bisa ngebedain mana trotoar mana kasur hehehehe kacawww
    kere kemplu
    February 21, 2005   10:05 AM PST
     
    dear toko sebelah:

    [1]. tebakan anda salah.

    [2]. anda kalah bertaruh.

    salam,

    orang biasa dari ndeso, keturunan petani proletar
    aoi
    February 21, 2005   10:03 AM PST
     
    yihaaa! akhirnya pedestrian diakui keberadaannya!
    mpokb
    February 21, 2005   10:03 AM PST
     
    tuh dulunya tanah punya engkong aye semuah, sekarang ambles buat gedongan dah..
    mentok2nya gubernur mah bang ali dah!! yg laen.. ya begono.
    mpokb
    February 21, 2005   09:59 AM PST
     
    hihihihihi...
    emil
    February 21, 2005   09:47 AM PST
     
    trotoar itu dibuat utk pejalan kaki, kan ? kok ada aja mobil ato motor yg lewat situ. jadi jalan cadangan toh ?
    melly
    February 21, 2005   09:25 AM PST
     
    asiknya bisa jalan-jalan kaki, coba aja gak pake copet gak pake panas (haaaa, terlalu banyak maunya ya!)
    toko sebelah
    February 21, 2005   09:24 AM PST
     
    brani tarohan comment saya barusan pasti akan dihapus spt soal sepatu kmrn krn yg mulai kan saya jadinya yg lainnya ikutan :P
    toko sebelah
    February 21, 2005   09:21 AM PST
     
    anda itu arsitektur ugm angkatan berapa sih mas? anda mas x yang ikut membidani dagadu? ato anda bukan arsitek tp dulu anggota gengnya griya ciptanya didut? atau anda pendiri tshirt jaran/megatruh/sarapan? ato anda ikut mendirikan bentang budaya? ato... anda anaknya rektor ugm itu ya? ato rektor uksw salatiga? ato anak profesor yg kolumnis itu? anda dulu anak band yg suka mainin progrock & jazzrock? ato anda aktivis lsm di yogya yg dulu nangani para kere? ato siapa ya? gabungan dari semuanya itu? sptnya saya kenal gaya tulisan anda. ngaku dong! kok ngumpet terus sih. sy yakin itu bkn foto anda.
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive