KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    4.4.05 | 14:04
    Gelang Snobbish?

    Nggak masalah. Itulah sikap saya terhadap tudingan bahwa gelang-gelang untuk penggalangan sosial, dari yang kuning Lance Arsmtrong sampai yang merah ala Dik Doank, itu cuma musiman dan snobbish belaka. Niat baik, bisa ditumpangkan dengan kecendrungan bergaya, apa salahnya? Itu kan seperti abad lalu, awal 90-an, ketika pita merah simbol kepedulian terhadap penanggulangan AIDS sempat dijadikan mode, dan akhirnya yang tetap memakai adalah mereka yang memang concerned. Kedua anak saya juga pakai gelang lokal yang merah. Mereka hepi dan bangga. Yang jadi masalah adalah ketika barang-barang itu dibajak, dan duitnya masuk ke kantong pembajak. Tega nian.




    Ferry
    June 30, 2005   11:23 AM PDT
     
    kok manusia itu tega sekali. gak ada rasa humanity nya ... wong untuk amal masih dibajak ... itukan sama saja dgn merampas hak wong cilik yoo ... ga jauh beda sama koruptor ....

    Semoga yang membajak merasakan ganjaran yang setimpal yaa ...
    DewiGreenjo
    April 4, 2005   06:17 PM PDT
     
    Hm, tergantung kali ya niat pake gelang buat apa. Gue pake yang merah untuk membantu pendidikan. Yang ngerjain, salah satunya juga temen gue, jadi gue percaya lah. Mau gimana lagi, zaman gini kalo ga kaya susah nolong orang. jadi yah ini itung2 iseng2 berhadiah.
    nona cyan
    April 4, 2005   05:18 PM PDT
     
    oom,aku pake yg merah,karena menyumbang untuk pendidikan anak2. Mendingan mana? yg membajak atau menjualnya sebagai barang kapitalis? seperti merk Gi0r&@n8?
    triesti
    April 4, 2005   02:29 PM PDT
     
    yang bener mbah, ada yg bajak??? itu gelang kan cuma untuk cari dana aja... tega bener yg bajak!
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive