KALAU ANDA DIKUNTIT. Jangan panik, Hany punya jurus untuk menghadapi.
TURUT MENGUNDANG BOLEH DONG. Tentang pernikahan mereka.
MISOLOGI & MISOSOLOGI. Kalau misology, ada di sini. Sedangkan missosology, ada di sini. Mana yang lebih menghibur dan perlu?
MATIKAN TV! Hari tanpa TV, Minggu 23 Juli besok. Demi anak-anak, katanya.
CERITA GEMPA & TSUNAMI. Pakdhe Rovicky, sang geolog, bisa bercerita banyak...
             
             


Kéré Kêmplu, seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tiada mengenal tenggat. Berisi tulisan dangkal, naif, dan membingungkan.




Hit Counter
Hit Counter






JAGAT GOMBAL

  • Tentang saya
  • 6 Alasan ngeblog
  • 4 Alasan gerakan nonblog
  • Gombalabel: bualan seorang pemulung
  • Gombalkartu: dari seseorang yang tidak bisa bermain remi



    KETERSANGKUTAN

  • Pengumpan Sindikasi
  • IndoBlogdrivers
  • Planet Terasi
  • Blogfam
  • Padhang Mbulan
  • Lesehan



    Subscribe with Bloglines








    KABAR BUNGKUSAN

    AKHIRNYA HAMIL | Ternyata ada hubungan antara bungkus roti dan kehamilan. Bermula dari mana, berujung di mana pula? Lihatlah kisahnya.



    KABAR KOCOKAN

    SISA EKSPOR | Bukan cuma pakaian ekspor yang bisa kita beli. Kartu remi ekspor pun begitu. Made in Indonesia, untuk pasar Amerika. Harga eceran US$ 1,75. Kartu lucu dengan gaya coretan tangan.





    powered by FreeFind





    Free Shoutbox







  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

     
    30.11.05 | 17:41
    Mesin Jahit Genggam
    Dunia bisnis abal-abal tak memberikan garansi tebal. Yang penting persiapan mental, dan tawakal ketika mendapat sial.
    bandingkan ukurannya dengan kotak korek api

    LAYAR TV menayangkan seorang penyanyi dangdut house, entah siapa. Saya pernah dengar lagunya, tapi lupa judulnya, dulunya dinyanyikan oleh pria, isinya pernyataan cinta dan rindu kepada seorang wanita. Nah, di atas bus patas AC itu, wanitalah yang menyanyikannya, sebagai tayangan karaoke, dan liriknya tak diganti. Tak apa, kita harus menoleransi orientasi seksual orang lain kan?

    Lalu goyang biduanita dan penari latar itu mendadak lenyap. Digantikan bayangan gelap. Rambut kribo. Itu kepala seorang pengasong yang menutupi pandangan saya. Dia mendemonstrasikan mesin jahit genggam berbentuk stapler.

    Klak-klik-cetat-cetit serbamudah. Seolah lebih praktis daripada jahit-menjahit betulan. Kain denim tipis pun bisa dijahit. Saya ikut mencobanya. Lalu menjadi satu-satunya pembeli dalam bus yang melaju di atas jalan tol dalam kota itu. Harganya Rp 10.000.

    Saya kadang menyukai keisengan murah-meriah-tapi-belum-tentu-berfaedah macam ini. Seperti dulu saat membeli pisau. Begitulah, bus dan KRL adalah pasar berjalan dengan aneka dagangan dari underground economy — barang-barang selundupan dari Cina. Sektor informal, sebagai salah satu mata rantainya, terbukti kenyal. Tanpa fasilitas pemerintah, sektor itulah yang menyelamatkan perekonomian rakyat di saat sulit.

    Lantas, berfungsikah mesin jahit itu? Saya tak dapat memakainya. Bahkan untuk memasukkan lagi benang ke lubang jarum pun selalu gagal. Tak apa, saya sudah siap mental.

    Tapi sesiap-siapnya mental saya untuk menakar risiko pembelian produk abal-abal, ada juga yang bikin sial. Saya pernah beli sepaket korek api gas di atas, eh di dalam bus kota. Esoknya, salah satu korek gas itu meledak dalam saku celana saya. "Dubbb! Cesssss..." Semburan amat sangat dingin bertekanan tinggi menerpa pangkal paha dan menyambar bagian terdekatnya. Ada pedih sebentar. Untunglah tak fatal. Tak ada iritasi yang mengharuskan saya ke dermatolog. Tak terjadi malfungsi maupun disfungsi yang memaksa saya ke androlog.

    techno
    December 15, 2005   03:51 PM PST
     
    Mumpung sesuai topik nih. Saya juga pernah beli mesin jahit yang mirip seperti itu tapi bukan di bis but di internet. nih websitenya yang jual www.TOPBGT.com
    Luigi
    December 3, 2005   10:10 PM PST
     
    Aya-aya wae! :p - karena abal-abal itulah jarang banget beli sesuatu di KRL, kecuali teh botol :), KRL jurusan mana n ih? kalia ja bis ajanjian naik bareng :)
    Mimi Hitam
    December 2, 2005   09:31 AM PST
     
    hahahaha... sama .. sama pakde.. aku juga pernah ngerasain korek gas meledak di saku celana, ntah karena tekanan antara celana denim dan paha, ntah emang lagi dapet yg rusak, yang jelas pahaku jadi dingiiiiiiinn semriwing, dan..untung aja gak nyerempet2 daerah sekitar ;)

    Aku juga pernah beli sendal pijat relfeksi di bus, lumayan lah, walaupun dari bahan plastik murahan, setidaknya sedikit bisa mengurangi rasa pegal
    te-el
    December 1, 2005   03:12 PM PST
     
    slammmeeeeetttt.....
    danu
    December 1, 2005   02:18 PM PST
     
    emang asik ngeliatin pedagang asongan di bus, segala macem dijual. demonstrasinya juga keren. tinggal kitanya mo beli ato kagak. soal korek api gasnya nge-jos sendiri, saya jg pernah ngalamin, pdhal belinya bukan yg di bus kota.
    mpokb
    December 1, 2005   09:39 AM PST
     
    susah pakenya ya? wah, padahal aye baru pingin beli..

    ps : syukurlah.. ;) :D
    salamuns
    December 1, 2005   09:34 AM PST
     
    Untungnya sampeyan gak perlu ke androlog, soalnya sampeyan bisa jadi bahan olok-olok... :)
    Hasan Aspahani
    December 1, 2005   09:26 AM PST
     
    Ha ha ha ha ha..gombalan pagi ini segar sekali....
    agusset
    November 30, 2005   06:26 PM PST
     
    wah, untung korek gas asli sampeyan nggak ikut meledak ya mbah...
    |


    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry * Home * Next Entry
                 
    © Kéré Kêmplu + BloGombal | Desain sembarangan oleh Masé, Oktober 2005.
    Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jikalau hak Anda terlanggar sudilah memberitahu saya.
                 

    Blogdrive